Begini Metode Selamatkan Orangutan Gunakan Machine Learning

Posted on

Amazon Website Services, Inc.( AWS) bekerjasama dengan World Wildlife Fund for Nature Indonesia( WWF Indonesia), tingkatkan upaya penyelamatan orangutan dari kepunahan melalui pemanfaatan teknologi machine learning. Layanan machine learning dari AWS, menunjang WWF Indonesia dalam memantau sampai mengevaluasi dimensi serta tingkatan kesehatan populasi orangutan yang tinggal di habitat asli mereka.

Dengan teknologi ini, aktivitas survei yang dicoba WWF Indonesia dapat menjangkau sampai ke teritori yang lebih luas dengan sumber energi outlet-toms yang lebih sedikit. ” Bagaikan organisasi nirlaba, kami senantiasa berupaya menciptakan pemecahan supaya sanggup bekerja lebih pintar serta bisa memaksimalkan sumber energi secara lebih efisien biar tiap misi konservasi yang kami jalani bisa terlaksana dengan lebih baik,” kata Finance and Technology Director WWF Indonesia, Aria Nagasastra.

Dalam video conference dengan beberapa media, Jumat ( 5/ 6), Aria menarangkan kalau pemakaian teknologi AWS semacam Amazon SageMaker serta Amazon Sederhana Storage Service( Amazon S3) dimanfaatkan timnya dalam membuat aplikasi yang bisa diakses para surveyor di lapangan, apalagi untuk mereka yang memiliki kemampuan serta kapasitas terbatas.

Dengan demikian, mereka bisa mengenali binatang liar di habitat aslinya dengan tingkatan akurasi besar. Pemakaian teknologi yang teliti serta pas guna pula menolong pakar di bidang hayati serta konservasi dalam memantau sikap binatang liar sejauh waktu secara efisien serta pula efektif dari segi bayaran.

” Karenanya, kami bisa mengalokasikan sumber energi yang terdapat secara lebih maksimal buat tingkatkan upaya pemantauan serta berinvestasi lebih buat upaya- upaya konservasi,” jelasnya.

Memangkas Waktu serta Biaya

 

Dengan teknologi AWS, WWF Indonesia saat ini dapat mengumpulkan gambar secara otomatis dari masing- masing smartphone ataupun kamera- kamera yang diaktifkan oleh gerakan yang dipasang di tiap basecamp.

Potret- potret tersebut setelah itu dapat diunggah ke Amazon S3 buat keperluan analisis. Berbarengan dengan itu, pemakaian Amazon SageMaker menunjang informasi ilmiah serta pengembang buat melaksanakan pengujian serta penggelaran bermacam- macam model machine learning secara kilat serta gampang dalam skala besar.

Dengan teknologi AWS, WWF Indonesia dapat memangkas waktu begitu signifikan buat masing- masing proses analisis, dari yang tadinya memakan waktu sampai 3 hari, saat ini buat menyelesaikan proses tersebut cuma diperlukan waktu kurang dari 10 menit saja.

Tingkatan akurasi serta kerincian dalam masing- masing proses analisis pula bertambah, semacam pengukuran rasio gender serta usia, tingkatan viabilitas masing- masing populasi. Teknologi AWS menunjang mereka dalam memantau keadaan tiap binatang secara akurat serta kilat, apakah mereka lagi berbadan dua, sakit, ataupun hadapi cedera yang memerlukan perawatan lekas.

Teknologi machine learning yang diadopsi oleh WWF Indonesia memiliki kedudukan yang berarti, paling utama dalam tingkatkan akurasi serta pemanfaatan informasi populasi orangutan. Teknologi ini sangat menolong, terlebih dengan jumlah pakar konservasi yang terbatas semacam suasana dikala ini.

Serta yang terutama, aktivitas survei yang dicoba oleh WWF Indonesia jadi dapat menjangkau sampai ke teritori yang lebih luas dengan sumber energi yang lebih sedikit, kurangi bayaran operasional, sehingga bayaran yang terdapat dapat disalurkan buat pos- pos pembiayaan lain yang menunjang upaya konservasi biodiversitas di Indonesia.

WWF Indonesia berencana mengekslorasi lebih lanjut pemanfaatan layanan machine learning yang lain semacam Amazon Recognition, ialah layanan imaji serta foto buat menunjang kenaikan kecepatan serta akurasi pada proses identifikasi serta pelacakan populasi- populasi orangutan yang terdapat.

 

 

” Menunjang pemberdayaan organisasi- organisasi nirlaba lewat pemanfaatan teknologi cloud dalam membangun dunia yang lebih baik ialah salah satu prioritas yang jadi misi AWS,” ucap Regional Managing Director for Asia Pacific and Japan, Worldwide Public Sector, Amazon Website Services, Peter Moore.

” Kami merasa terhormat bisa menunjang akselerasi proses konservasi populasi orangutan yang dicoba oleh WWF Indonesia. Ini sekalian ialah bentuk komitmen kami dalam menunjang misi mereka menyelamatkan spesies- spesies yang terancam punah di segala dunia lewat inovasi- inovasi yang mereka terapkan pada produk serta layanan yang didatangkan oleh AWS,” sambungnya.

Bagi WWF, populasi primata tingkatan besar di Indonesia serta Malaysia dikala ini terancam oleh kegiatan manusia yang sudah menerobos ke habitat kehidupan mereka, semacam perburuan liar, peluluhlantahkan habitat, dan perdagangan binatang liar yang dilindungi.

Spesial buat orangutan, populasinya di Kalimantan dikala ini menurun sampai lebih dari 50% dalam kurun waktu 60 tahun terakhir. Habitat- habitat mereka pula hadapi penyusutan jumlah sampai 55% dalam kurun waktu 20 tahun belum lama.

Orangutan sebagian besar tinggal di pepohonan serta hidup secara soliter. Ini jadi tantangan untuk para pegiat konservasi buat mencacah populasi orangutan yang masih tersisa secara akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *